Jumat, 25 Januari 2013

Asuransi Sinarmas MSIG


Sejarah Asuransi Sinarmas MSIG

                Didirikan pada 14 April 1985, PT.Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan. PT. Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII), begitulah nama awal perusahaan ini ketika lahir. Setelah diubah menjadi PT. Asuransi Jiwa Eka Life, maka dalam perkembangannya pada 2007 berganti lagi menjadi PT. Asuransi Jiwa Sinarmas dan kini telah melakukan joint venture dengan Mitsui Sumitomo Insurance Co.,Ltd.
            Pada tahun 2011, nama perusahaan menjadi PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (juga disebut Sinarmas MSIG Life) sebagai kelanjutan dari Realisasi Perubahan Kepemilikan PT. Asuransi Jiwa Sinarmas yang tertuang dalam surat pengesahan No. S-876/MK. 10/2011 dari Departemen Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 04 Agustus 2011.

            Sebelumnya proses ini telah mendapat persetujuan dari Departemen Hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-32784.AH.01.02. Tahun 2011 tertanggal 01 Juli 2011. Dampak dari joint venture tersebut, Sinarmas MSIG Life menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan modal terbesar diantara perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.

            Pertumbuhan Sinarmas MSIG Life menunjukan perkembangan yang sangat signifikan dapat dilihat dari Premium Income yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada akhir tahun 2011, tercatat Total Aset Sinarmas MSIG Life mencapai Rp 21,612 Triliun, dan Total Premi meningkat sekitar 34,85% dibanding tahun 2010. Dengan kinerja yang cermat dan hati-hati, rasio pencapaian solvabilitas yang dicapai Sinarmas MSIG Life akhir tahun 2011 dengan menggunakan metode Risk Based Capital (RBC) adalah 920,36%.

            Perkembangan Sinarmas MSIG Life didukung oleh pengelolaan keuangan yang sangat baik, inovasi produk, dan pelayanan yang mengacu pada kepuasan nasabah, didukung oleh lebih dari 6.000 aparat marketing pada saat ini dan jaringan bisnis yang luas dengan lebih dari 100 kantor pemasaran yang terbesar di seluruh Indonesia di tahun 2012. Sinarmas MSIG Life siap menyediakan layanan terbaik untuk kebutuhan finansial Anda maupun perusahaan Anda.

Cara mengikuti asuransi Sinarmas MSIG
            Polis adalah Dokumen perjanjian asuransi jiwa baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy antara Penanggung dengan Pemegang Polis, sebagaimana dalam Syarat-Syarat Umum Polis dan atau Syarat-Syarat Tambahan dan atau Syarat-Syarat Khusus dan atau setiap Endorsemen dan atau perubahan lain yang terdapat di dalamnya yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Penanggung, termasuk Ringkasan Polis dan atau Surat Permintaan Asuransi Jiwa dan atau dokumen-dokumen yang terkait dalam proses permohonan asuransi tersebut, serta dokumen lainnya yang terkait dengan Polis, yang secara keseluruhan merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Polis.

PEMBAYARAN PREMI
  1. Premi pada dasarnya dibayarkan secara tahunan atau sekaligus, namun dengan persetujuan Penanggung, Premi tahunan dapat dibayarkan dengan cara semesteran, triwulanan atau bulanan.
  2. Supaya pertanggungan tetap berlaku, maka Pemegang Polis wajib membayar Premi lanjutan pada tanggal jatuh tempo pembayaran Premi sesuai dengan cara pembayaran.
  3. Setiap pembayaran Premi harus dilakukan dengan transfer ke rekening Penanggung.
  4. Apabila Premi dibayar dengan cek / bilyet giro, maka cek / bilyet giro tersebut harus diatasnamakan Penanggung dan Premi baru dinyatakan lunas, apabila telah diterima di rekening Penanggung.
  5. Apabila karena sebab apapun Penanggung tidak melakukan penagihan Premi, hal tersebut tidak membebaskanPemegang Polis dari kewajibannya untuk membayar Premi.
MASA LELUASA
  1. Penanggung memberikan Masa Leluasa 7 ( tujuh ) hari terhitung sejak tanggal jatuh tempo Premi lanjutan.
  2. Dalam Masa Leluasa ini pertanggungan tetap berlaku walaupun Premi belum dibayar.
  3. Dalam hal Premi dibayarkan dalam Masa Leluasa, maka Premi tidak dikenakan bunga.
  4. Dalam Masa Leluasa dimana Premi belum dibayarkan, apabila ada Manfaat Asuransi yang akan diterima oleh Pemegang Polis atau Yang Ditunjuk, maka Manfaat Asuransi akan dikurangi dengan tunggakan Premi, pinjaman Polis dan kewajiban lainnya, jika ada.
  5. Apabila Premi tidak dibayarkan sampai dengan akhir masa leluasa, maka Polis menjadi batal.

PERUBAHAN PEMEGANG POLIS DAN ATAU YANG DITUNJUK
1. Perubahan Pemegang Polis
1.1.   Hanya dapat dilakukan apabila Pemegang Polis bukan sebagai Tertanggung, kecuali terdapat ketentuan lain.
1.2.   Perubahan Pemegang Polis diajukan secara tertulis kepada Penanggung, dengan menunjuk seseorang atau Badan untuk menggantikan kedudukannya sebagai Pemegang Polis.
1.3.   Apabila Pemegang Polis meninggal dunia, maka Yang Ditunjuk yang telah Dewasa menggantikan kedudukannya sebagai Pemegang Polis. Apabila terdapat lebih dari seorang Yang Ditunjuk, maka salah seorang di antara mereka akan bertindak atas nama lainnya sebagai Pemegang Polis.
1.4.   Apabila Yang Ditunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat 1.3, belum Dewasa atau tidak sanggup menggantikan kedudukan Pemegang Polis atau tidak ada atau meninggal dunia juga, maka Tertanggung menggantikan kedudukannya sebagai Pemegang Polis.
1.5.   Apabila Tertanggung sebagaimana dimaksud pada ayat 1.4, belum Dewasa atau tidak sanggup menggantikan kedudukan Pemegang Polis, maka wali yang sah dari Tertanggung akan menggantikannya sebagai Pemegang Polis.
2. Perubahan Yang Ditunjuk
Perubahan Yang Ditunjuk diajukan oleh Pemegang Polis secara tertulis kepada Penanggung, dengan menunjuk seseorang atau Badan untuk menggantikan kedudukannya sebagai Yang Ditunjuk

PERUBAHAN POLIS
·           Yang bersifat material antara lain :

1.1       Perubahan Uang Pertanggungan / Plan asuransi (untuk produk konvensional)
            Untuk Pengajuan Perubahan polis ini harap menghubungi Customer Service terlebih dahulu, jika disetujui maka dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:
Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Polis asli
3.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.
4.    Surat Perhitungan premi perubahan polis.
5.    Bukti Setor Bank pembayaran premi.
6.    Bukti Setor pembayaran biaya cetak polis endors.

1.2       Perubahan Uang Pertanggungan / Rider asuransi (untuk produk unitlink)
            Perubahan Uang Pertanggungan, Penambahan Rider kecuali HCP Family (memakai SPAJ HCP Family). Untuk Pengajuan Perubahan polis ini harap menghubungi Customer Service terlebih dahulu, jika disetujui maka dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:
Dokumen yang harus dilengkapi :
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.
3.    Form Keterangan Kesehatan
4.    Bukti Setor Bank pembayaran premi baru

·            Perubahan polis yang bersifat non material antara lain:
            Perubahan cara pembayaran premi, perubahan ahli waris, perubahan alamat yang tertera di polis / perubahan alamat penagihan, perubahan nama.

2.1      Perubahan Cara Bayar
Merubah cara pembayaran premi (tahunan, semester, triwulan).
Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.
3.    Bukti Setor Bank premi baru + bunga (jika ada).

2.2      Perubahan Ahli Waris
Merubah data Ahli waris berupa Nama Ahli waris, Tanggal lahir, Persentase, Penambahan atau pengurangan ahli waris.
Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor  Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.
3.    Kartu Keluarga / Akte Lahir / Akte Perkawinan

2.3      Perubahan Nama Pemegang Polis (koreksi ejaan penulisan untuk orang yang sama).
Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor  Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.
3.    Surat Pernyataan Perbedaan Nama Pemegang Polis/Tertanggung
4.    Kartu Keluarga / Akte Lahir / Akte Perkawinan

2.4      Perubahan Alamat Pemegang Polis / Tertanggung & Penagihan
Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:
1.    Fotocopy KTP / SIM / Paspor Pemegang Polis yang masih berlaku.
2.    Formulir Permohonan Perubahan Polis.

BERAKHIRNYA PERTANGGUNGAN
Asuransi akan berakhir, apabila (mana yang terjadi lebih dahulu) :
a.       Tertanggung mencapai usia 60 tahun;
b.      Pada tanggal Tertanggung meninggal dunia :
c.       Pada tanggal Tertanggung mengundurkan diri dari kepesertaan;
d.      Premi tidak dibayarkan oleh Pemegang Polis lebih dari 7 (tujuh) hari setelah tanggal jatuh tempopembayaran;
e.       Pada tanggal Asuransi dibatalkan oleh Penanggung;
f.                Pada tanggal Polis dibatalkan.
g.      Pada masa asuransi berakhir.

MANFAAT PERTANGGUNGAN
1. Manfaat Asuransi terdiri dari :
  1. Manfaat Kematian, apabila Tertanggung mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia seketika dalam masa Asuransi atau dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah terjadinya kecelakaan, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan 100% Uang Pertanggungan, dengan maksimum yang dapat dibayarkan per Tertanggung yang sama sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
  2. Manfaat Duka, apabila Tertanggung mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia seketika dalam masa Asuransi atau dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah terjadinya kecelakaan, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan tambahan 10% Uang Pertanggungan, dengan maksimum yang dapat dibayarkan per Tertanggung yang sama sebesar Rp.50.000.000,-(lima puluh juta rupiah).
  3. Manfaat Bulanan, apabila Tertanggung mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia seketika dalam masa Asuransi atau dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah terjadinya kecelakaan, maka kepada Yang Ditunjuk akan dibayarkan tambahan 4% Uang Pertanggungan per bulan selama 12 bulan, dengan maksimum total manfaat yang dapat dibayarkan per Tertanggung yang sama sebesar Rp.240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah).
2. Maksimum Manfaat Kematian, Manfaat Duka dan Manfaat Bulanan yang dapat dibayarkan bagi Tertanggung yang sama adalah sebesar Rp.790.000.000,- (tujuh ratus sembilan puluh juta rupiah)

TATA CARA PENGAJUAN KLAIM
1. Yang Ditunjuk dapat melakukan pengajuan klaim kepada Penanggung dalam waktu 60 ( enam puluh ) hari terhitung sejak kejadian. Penanggung berhak untuk menolak klaim apabila melewati batas waktu yang telah ditentukan tersebut.
2. Prosedur Pengajuan klaim
2.1. Mengisi dan menandatangani Formulir Klaim yang disediakan oleh Penanggung.
2.2. Dokumen-dokumen yang wajib diserahkan kepada Penanggung terdiri dari :
i.    Formulir Klaim Meninggal Dunia ( diisi oleh Yang Ditunjuk ).
ii.   Polis asli.
iii.  Surat keterangan meninggal dunia dari instansi yang berwenang.
iv.  Surat keterangan sebab-sebab meninggal dunia dari Dokter.
   v. Surat berita acara dari Kepolisian dalam hal meninggal dunia tidak wajar atau karena kecelakaan lalu lintas.
   vi. Surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI ) setempat dalam hal meninggal duniadi luar negeri
vii.  Bukti Identitas dari Yang Ditunjuk
viii. Surat kuasa dari Yang Ditunjuk apabila Yang Ditunjuk lebih dari 1 ( satu ) orang
3.3. Penanggung berhak meminta dokumen lainnya atau penjelasan lebih lanjut, apabila diperlukan,untukmendukung dokumen tersebut di atas.
3.4.  Penanggung berhak mengadakan penyelidikan atas klaim yang diajukan.
3.5. Apabila klaim yang diajukan ternyata termasuk dalam pengecualian sebagaimana dimaksud pada Pasal 15, maka Penanggung tidak akan membayarkan manfaat asuransi.

Gambar dibawah ini adalah flowchart asuransi sinarmas MSIG
















Info lebih jelas silahkan klik : http://www.sinarmaslife.com/

Nama   : Clara Alverina         (31210621)
              Lutfia Wulandari      (34210106)
Kelas   : 3DD04

Selasa, 08 Januari 2013

Kelemahan Asuransi


Asuransi juga memiliki beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain:
  1. Premi kita akan hangus bila tidak terjadi klaim sampai jangka waktu asuransi habis.
    Ini yang seringkali membuat orang enggan berasuransi. Uang saya kemana?. Nah, untuk menjawabnya, kita harus kembali pada tujuan utama membeli asuransi memindahkan resiko. Nasabah asuransi memindahkan resiko rugi pada perusahaan dan mendapat imbalan berupa rasa aman. Nah, rasa aman itulah yang dibayarkan dengan premi. Jadi, bila asuransi jatuh tempo, uang yang kita bayarkan tidak akan kembali. Karena pada masa asuransi tersebut, sebetulnya kita telah membeli perlindungan.

  2. Lingkup Penanggulangan Resiko terbatas Potensi kerugian yang ditanggung perusahaan asuransi sangat terbatas pada resiko-resiko yang dapat diukur nilai ekonomisnya. Selain itu, asuransi hanya akan membayar bila kita mengalami kerugian akibat kejadian yang tercantum pada polis. Bila kita membeli asuransi kebakaran, tentunya kita tidak akan mendapat santunan bila rumah kita rusak karena gempa bumi.

Keuntungan Asuransi


Beberapa keuntungan yang kita peroleh dari jasa auransi:
  1. Memindahkan Resiko seseorang ataupun perusahaan dapat memindahkan resiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar premi yang relatif kecil bila dibandingkan kerugian yang mungkin terjadi.
  2. Praktis kita secara otomatis akan diwajibkan menyisihkan dana untuk membayar premi, hal ini sangat menguntungkan terutama untuk mereka yang kurang disiplin.
  3. Mampu memberikan dana dengan segera Misalkan kita sakit dan perlu biaya berobat yang cukup besar, dan saat itu kita tidak memiliki uang tunai yang cukup. Kita tidak perlu khawatir kalau memiliki asuransi kesehatan. Hal ini dikarenakan, sebagian atau seluruh biaya pengobatan akan dibayar oleh perusahaan asuransi Anda. Tentunya ini tergantung perjanjian yang tertera dalam polis asuransinya.
  4. Dapat berfungsi sebagai tabungan Manfaat ini biasanya ada pada asuransi jiwa seumur hidup. Sederhananya, premi yang Anda bayarkan akan kita terima kembali kalau-kalau kita membatalkan polis atau asuransi sudah jatuh tempo.
  5. Bisa dikombinasikan dengan investasi Saat ini ada produk gabungan antara asuransi dan reksadana yang terkenal dengan nama unit link. Singkatnya, dengan pada produk unit link, sebagian premi yang kita bayarkan akan dialokasikan untuk investasi, dan sebagian lagi untuk asuransi. Mengenai perbandingan investasi-asuransi, biasanya tergantung keputusan pemegang polis.

Perusahaan Asuransi Premi Bruto antara Rp 50 Milyar s/d Rp 200 Milyar


Perusahaan Asuransi Umum dengan Premi Bruto antara Rp 50 Milyar s/d Rp 200 Milyar

  1. Asuransi Bintang
  2. Asuransi Samsung Tugu
  3. Asuransi Permata Nipponkoa Indonesia
  4. Tugu Kresna Pratama
  5. ACE Insurance
  6. Asuransi Parolamas
  7. Asuransi Bringin Sejahtera Art Amakimur
  8. Asuransi Himalaya Pelindung
  9. Panin Insurance
  10. MNC Life Insurance (MNC Life)
  11. Sarana L1ndung Upaya
  12. Asuransi Bangun Askrida
  13. Asuransi Axa Indonesia
  14. Asuransi Purna Artanugraha
  15. Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967
  16. Asuransi Ramasatriawibawa
  17. Asuransi Jasa Tania
  18. Asuransi Multi Artha Guna
  19. Citra International Underwriters
  20. Sompo Japan Insurance Indonesia
  21. Asuransi Kredit Indonesia
  22. Asuransi Takaful Umum
  23. Asuransi Qbe Pool Indonesia
  24. Maa General Assurance
  25. Asuransi Umum Mega
  26. Lippo General Insurance
  27. Asuransi Bina Dana Arta
  28. Asuransi Eka Lloyd Jaya
  29. Asuransi Aegis Indonesia
  30. Asuransi Prudential
  31. Asuransi Buana Independent
  32. Asuransi Ekspor Indonesia

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perusahaan_asuransi_Indonesia

Perusahaan Asuransi Di Indonesia



Perusahaan Asuransi Umum dengan Premi Bruto Rp 200 Milyar keatas


  1. Tugu Pratama Indonesia
  2. Asuransi Jasa Indonesia
  3. Asuransi Adira Dinamika
  4. Asuransi Astra Buana
  5. Zurich Insurance Indonesia
  6. Asuransi Jasaraharja Putera
  7. Asuransi Jaya Proteksi
  8. Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia
  9. Asuransi Wahana Tata
  10. Asuransi Central Asia
  11. Chartis Insurance Indonesia
  12. Asuransi Allianz Utama Indonesia
  13. Asuransi Tokio Marine Indonesia
  14. Asuransi Ramayana
  15. Asuransi Tri Pakarta
  16. Asuransi Sinar Mas
  17. Asuransi Raksa Pra Tikara
  18. Asuransi Dayin Mitra Metallica
  19. Commonwealth Life Asuransi Jiwa


Prinsip Dasar Asuransi


Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu insurable interest, utmost good faith, proximate cause, indemnity, subrogation dan contribution.
Insurable interest:
            Adalah hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum. Jadi, anda dikatakan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan apabila Anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut.
            Kepentingan keuangan ini memungkinkan Anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan anda. Apabila terjadi musibah atas obyek yang diasuransikan dan terbukti bahwa Anda tidak memiliki kepentingan keuangan atas obyek tersebut, maka Anda tidak berhak menerima ganti rugi.
Utmost Good Faith:
            Adalah suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat dan kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
            Intinya Anda berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan dengan teliti mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. Prinsip inipun menjelaskan risiko-risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan, segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas serta teliti.
Proximate Cause:
            Adalah suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang diawali dan secara aktif oleh sumber yang baru dan independen. Jadi apabila kepentingan yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama-tama dicari sebab-sebab yang aktif dan efisien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa tanpa terputus sehingga pada akhirnya terjadilah musibah atau kecelakaan tersebut. Suatu prinsip yang digunakan untuk mencari penyebab kerugian yang aktif dan efisien adalah: "Unbroken Chain of Events" yaitu suatu rangkaian mata rantai peristiwa yang tidak terputus.
Indemnity:
            Adalah suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
Subrogation:
            Adalah pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar. Prinsip subrogasi diatur dalam pasal 284 kitab Undang-Undang Hukum Dagang, yang berbunyi: "Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung, maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian pada tertanggung".
Contribution:
            Adalah hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity. Anda dapat saja mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. Namun bila terjadi kerugian atas obyek yang diasuransikan maka secara otomatis berlaku prinsip kontribusi.
Sumber :
http://www.tugu.com/understanding-insurance/principles-of-insurance

Jenis-jenis Asuransi


Jenis-jenis asuransi
            Sesuai tujuanya Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko atau dalam kata lain mengalihkan resiko, makanya segala apa yang mengandung resiko dan segala kegiatan, dan apapun yang mengandung resiko bisa kena asuransi dan dapat di asuransikan dengan catatan ada perusahaan yang jual Asuransi Tersebut.
            Di Indonesia sendiri banyak sekali Perusahaan asuransi baik asing dan nasional yang memberikan berbagai jenis layanan asuransi kepada masyarakat Indonesia. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang jumlah penduduknya lebih dari 200 juta jiwa merupakan pangsa pasar yang potensial dan menggiurkan bagi semua perusahaan asuransi baik lokal maupun manca negara.Disamping rasio penduduk yang berasuransi dan belum masih sangat tinggi sekali hal itulah yang membuat indonesia adalah pangsa yang luar biasa.dan jenis-jenis asuransi itu diantaranya adalah sebagai berikut
Asuransi ini berfungsi untuk menanggung biaya pengobatan ketika kita sakit, maupun menanggung biaya rawat inap rumah sakitnya.
  1. Asuransi Jiwa
            Asuransi Jiwa mungkin tidak terlalu populer di masyarakat Indonesia. Sebagian orang mengatakan kalau umur itu kan di tangan Tuhan? Sebenarnya fungsi asuransi jiwa bukan untuk menghindari kematian, tapi sebagai pelindung resiko buat keluarga yang ditinggalkan. Semoga saja dengan uang pertanggungan asuransi, keluarga yang ditinggalkan tidak perlu menanggung beban yang lebih berat lagi setelah orang yang dicintai pergi. Terdiri dari :
·                               Asuransi Jiwa Term Life (berjangka)
            Ini adalah jenis asuransi jiwa yang memiliki jangka waktu tertentu, misal 1, 5 atau 10 tahun. Ciri-ciri asuransi term life biasanya uang setoran premi akan hangus di akhir periode. Kayaknya sayang kalo hangus? Tapi jangan lupa, nilai uang pertanggungan untuk term life jauh lebih besar.
·                               Asuransi Jiwa Whole Life (seumur hidup)
            Kalau yang ini, merupakan jenis asuransi yang memiliki masa perlindungan seumur hidup. Preminya pun biasanya lebih mahal daripada term life. Asuransi jenis ini biasanya memiliki nilai tunai yang akan dibayarkan kepada kita jika sang tertanggung tidak meninggal selama masa kontrak. Namun sayangnya nilai uang pertanggungan asuransinya lebih kecil.
·                               Asuransi Kecelakaan Diri
            Yaitu untuk memberikan jaminan kepada seseorang bahwa ia atau ahli warisnya akan memperoleh santunan sebagai kompensasi dari suatu kerugian yang dideritanya akibat dari suatu kecelakaan
·                               Asuransi Kesehatan
            Ini adalah jenis asuransi yang paling banyak ditemui. Anda mungkin secara tidak sadar sudah memiliki asuransi jenis ini. Asuransi ini bisa dibeli secara langsung melalui agen asuransi, maupun diberikan sebagai bagian fasilitas kesehatan ditempat kerja.
·                               Asuransi Sosial
            Merupakan asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat secara lokal, regional, maupun nasional.
2.      Asuransi Kerugian (Non Life Insurance)
            Jenis asuransi kerugian seperti yang terdapat dalam undang-undang no.2 tahun 1992 asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi suatu resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Jenis asuransi ini tidak diperkenankan melakukan usaha diluar asuransi kerugian, yang termasuk dalam asuransi kerugian adalah :
·                               Asuransi kebakaran
            Merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian/kerusakan atas harta benda yang disebabkan oleh kebakaran. Perlindungan bagi rumah, hotel, kantor, gudang dan bangunan lainnya dari resiko kebakaran, ledakan, halilintar, dan kecelakaan pesawat.
·                               Asuransi pengangkutan
            Alur pengangkutan barang (cargo) baik melalui darat, laut dan udara memiliki risiko yang tidak kecil. Risiko ini, kalau terjadi, dapat menimbulkan dampak kerugian financial bagi pemilik barang (cargo). Menjadi sangat tepat, kehadiran produk Asuransi Jasindo berupa Asuransi Pengangkutan, untuk memberikan jaminan pengangkutan baik Ekspor, Impor dan Antar Pulau berupa barang seperti general cargo, containers, barang curah, komoditas, mesin-mesin, pupuk, semen, bahan bakar minyak, CPO dan lainnya.
3.      Asuransi Kredit
       Pihak yang menjadi tertanggung adalah pemberi kredit (bank atau Lembaga keuangan), sedangkan yang ditanggung oleh penanggung adalah resiko kredit.
4.      Reasuransi (Reinsurance)
            Pertanggungan ulang sebagian atau seluruh risiko dan perusahaan asuransi kepada perusahaan asuransi lainnya berdasarkan perjanjian. Jenis asuransi ini digolongkan kedalam :
·                      Bentuk treaty
·                      Bentuk Facultatife
·                      Kombinasi dari keduanya


Sumber:
http://blog.uin-malang.ac.id/makeityourringdiamondengagementrings101/jenis-jenis-asuransi-yang-berada-di-indonesia/

http://ericklatumeten.wordpress.com/2011/05/26/pengelolaan-asuransi-dan-dana-pensiun/